/Sakit Itu Penggugur Dosa

Sakit Itu Penggugur Dosa

Badanku terasa sakit. Aku merasa kurang semangat.
Telingaku berdengung, hidungku susah sekali untuk bernapas. Kepalaku juga terasa pening.
Air mata meleleh, padahal aku tak menangis. Tangan dan kaki ku terasa gemetar.
Aku tau sekarang sedang musim penghujan, cuacanya sungguh sangat dingin sekali.
Aku tak dapat menikmati kue enak yang dibuat oleh bundaku. Aku tak sanggup pergi sekolah, les, bahkan mengaji.
Aku susah tidur serta badanku tambah panas.
Aku tak mengeluh tentang sakit yang aku derita. 
Kata bunda, “sakit itu penggugur dosa jika kita sabar”.
Saat aku sakit, aku bersyukur karena Allah memberiku nikmat sehat yang paling berharga.
Allah sayang padaku.
Allah sedang mengampunkan dosa-dosaku melalui sakit yang aku derita ini.
Allah telah memperingatkan diriku kalau kesehatan itu amat berharga sekali.
Sehat itu sangatlah penting.
Aku harus belajar untuk menjaga tubuh ini.
Dengan cara makan yang sehat dan tidur yang cukup.
Dan rajin olahraga agar tubuh selalu bugar.
Saat aku jatuh sakit, aku melihat ayah dan bunda begitu sibuk merawatku.
Aku tau orang tua ku sangat sayang padaku. Mereka mau menjagaku saat sakit.
Aku sungguh berterimakasih pada mereka berdua.
Mereka merawatku sampai aku semakin tambah baik setiap harinya.
Meskipun aku tak sanggup makan. Bunda tetap sabar membujukku.
Bunda pandai bercerita sehingga tanpa aku sadari aku telah makan dari suapan bunda.
Aku membuka mulut lalu mengunyah pelan sambil terdiam mendengar cerita.
Bunda sungguh jago merawat ku.
Meskipun aku tak suka obat karena rasanya yang pahit. Dokter berpesan agar aku tetap meminumnya.
“Walaupun obat terasa pahit tetapi harus diminum agar lekas sembuh”.
“kamu harus rajin minum air putih”, tambah dokter.
Aku harus tidur yang cukup, tak boleh menonton televisi.
Rajin makan tanpa harus dipaksa-paksa.
Agar penyakit tak suka hinggap di tubuhku.
Begitulah yang aku ingat saat aku memeriksa diri sama dokter.
Facebook Comments
Bagikan ini...

Pengusaha Muda, Pengajar, dan Tourist Guide