/GARA RAJIN MEMBACA, INGIN BUKA USAHA LES, ALHAMDULILLAH ALLAH KABULKAN 

GARA RAJIN MEMBACA, INGIN BUKA USAHA LES, ALHAMDULILLAH ALLAH KABULKAN 

Saat aku masih duduk dibangku kelas enam SD, pada saat kami sekelas hendak meninggalkan  sekolah kami, untuk naik tingkat pada jenjang selanjutnya. Aku membawa sebuah pesan dari  guru ku, yakni “Jangan takut bercita-cita, karena kalau kita usaha pasti hasilnya terbaik,” Selanjutnya Ia mencontohkan ”Seperti orang tanam cabai pasti akan tumbuh buahnya cabai, tidak akan tumbuh tomat,” katanya saat itu.
 
 
Dari pesan itulah, aku terus bermimpi dan berjuang untuk mengejar cita-citaku, hari demi hari, bulan berganti bulan dan tahun juga. Aku terus mengejar impian ku. Di bangku sekolah aku belajar rajin, di rumah aku hidup layaknya gadis yang rajin akan mengulang ilmu pengetahuan yang diberikan guru di sekolah.
 
 
Hingga kuliah aku demikian. Disaat teman ku sibuk dengan kegiatan lainnya, yang menurut aku tidak bermanfaat aku malah sendiri membaca, walaupun aku dianggap kutu buku, yang terpenting bagi ku belajar.
 
 
Aku tanamkan tekad untuk bermimpi, diiringi dengan doa, itu sudah pasti karena kita hamba Allah.
 
 
Dari dulu aku bermimpi ingin membuka bimbingan belajar. Impian ku ini timbul dari kegilaanku membaca, karena dari rajin membaca aku semakin mengenal siapa diriku bahkan aku juga tahu tentang kehidupan pada dunia lainnya. Makanya aku ingin sekali rasanya mengajak anak-anak Aceh ini untuk rajin membaca.
 
 
Akhirnya, lima tahun setelah bencana alam Tsunami terjadi di Aceh, tidak ada aksi, seperti, keinginan ku dari kecil untuk memiliki Bimbingan Belajar, impian tersebut tercapai, aku dapat mendirikan Bee Course.
 
Alhamdulilah aku bersyukur, akhirnya aku menemukan kekuatan impian ini, karena membaca telah membuat aku semangat dalam menuliskan dan membebaskan aku untuk bermimpi tinggi.
 
 
Inilah mungkin karena tekad dan doa semua bisa, yang bahkan, aku sendiri tak pernah tau bagaimana cara mewujudkan impian yang aku tulis tiga bulan sebelum bencana Tsunami 2004 dan Allah mewujudkannya.
 
 
Kini impian tersebut membawa aku pada kenyataan, aku menjalani kehidupan dengan iramanya.
 
 
Masalah waktu hanya ilusi, dan bagaimana caranya terwujud juga misteri. Aku tak memiliki mentor dalam bisnis, hanya memiliki beberapa pengalaman yang aku yakinkan itu bagian dari cara Allah untuk mengantarkanku ke impian besar dalam hidupku.
 
 
Saat aku memulai Bimbingan Belajar Bee Course aku masih menjadi salah satu mahasiswi semester tujuh di FKIP Bahasa Inggris Unsyiah.
 
 
Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi semuanya. Ini yang aku inginkan ketika aku menulis pengalaman dan kisahku.
Facebook Comments
Bagikan ini...

Pengusaha Muda, Pengajar, dan Tourist Guide