/Menunda Atau Memulai Menulis Sekarang, Itu Pilihan!

Menunda Atau Memulai Menulis Sekarang, Itu Pilihan!

Menulis yang bagus dan bisa dinikmati pembaca bukan berasal dari keinginan belaka. Bukan juga dari harapan suatu hari nanti tulisan kita menggemparkan dunia. Semua impian tadi akan terwujud hanya dengan satu tindakan “menulislah saat ini”. Berhentilah berpikir untuk menulis saat selesai sarjana, atau menunggu waktu yang sempurna untuk menulis. Ingatlah, tak akan ada waktu sempurna untuk menulis, namun kesempurnaan terwujud dari hasil latihan yang sudah dilakukan berulang kali sejak saat ini.

Kita tak akan pernah bisa menulis bagus kalau kita tidak memulai menulis sekarang. Lakukan saat ini, maka tiga atau lima tahun lagi kita pasti mahir dan menjadi ahli dalam merangkai kalimat. Menulis merupakan proses mengeluarkan wawasan yang sudah menumpuk dalam diri kita selama ini. Yang mana pengalaman dari kehidupan ini bisa digabungkan dengan fakta-fakta yang kita dapatkan dari bacaan karena kemampuan menulis tak bisa didapat secara instan.

Menulis harus dilatih setiap hari dan dilakukan terus menerus agar kita tau bagaimana cara menulis dengan menyenangkan. Jika kita tak pernah menulis dan hanya menghabiskan waktu untuk membaca kita hanya tau bagaimana cara membaca yang baik bukan untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Menulis tidak dibatasi oleh latar belakang pendidikan apapun. Tidak ada jaminan untuk bisa menulis, meski lulusan terbaik dari universitas terkenal sekalipun. Menjadi seorang sarjana dari perguruan tinggi ternama tidak akan secara otomatis menghasilkan karya tulis hebat. Tidak ada syarat yang membedakan mana orang yang bisa menjadi penulis dan mana yang tidak, semua usaha tergantung dari tujuan pribadi dalam menulis.

Salah seorang dari penulis Indonesia yang menarik perhatianku adalah Pramoedya Ananta Toer. Bagi dirinya menulis adalah kebutuhan untuk terus hidup. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah”.

Bagi seorang penulis produktif, menulis bukan lagi untuk mengisi waktu luang dan bukan juga sebagai ladang mencari nafkah. Namun tujuan menulis jauh lebih mulia dari kedua alasan tersebut. 

Mencari alasan untuk mengelak dari kebutuhan yang satu ini memang cukup mudah, karena dengan tidak menulis seseorang tidak akan mati. Namun ingatkah kita selain dari kebutuhan fisik, kebutuhan psikis jauh lebih penting.

Tak usah lagi beralasan bahwa kita tak punya cukup bekal dalam menulis. Setiap kita telah memiliki modal memulai menulis. Semua pasti bisa bercerita secara lisan bukan? itulah modal awal yang kita miliki dan menunggu untuk digunakan.

Facebook Comments
Bagikan ini...

Pengusaha Muda, Pengajar, dan Tourist Guide