Memilih Bekerja Atau Kuliah

Helliana seorang mahasiswi Jurusan Fisika di FKIP Unsyiah.  Miss Eli begitu panggilan akrabnya. Ia multi talenta yang mampu mengajar pelajaran Matematika dan Fisika.

Ia bekerja semenjak semester enam, dan sudah dua tahun bersama Bee Course.

Miss Eli merupakan mahasiswa kuat dan cerdas, karena Ia mampu membagi waktu antara bekerja dan juga belajar.

Tak semua mahasiswa memiliki keberanian untuk bekerja. Sebagian besar mahasiswa takut kerja karena takut ketinggalan pelajaran.

Namun hal itu bisa dikatakan anggapan yang salah. Karena Miss Eli  sudah membuktikan kuliah sambil bekerja menjadikannya sukses lebih cepat.

Sikap Miss Eli yang tak pernah mengeluh dalam membagi waktu untuk mengajar dan menyelesaikan skripsi, membuat diriku salut dan memutuskan untuk menulis tentangnya.

Menurut Miss Eli, selama ini ia mempraktekkan beberapa kunci rahasianya, yaitu:

Management Waktu

“Semakin banyak aktivitas yang kita lakukan dalam sehari-hari, maka dengan sendirinya akan melatih kita untuk manajemen waktu menjadi lebih baik”, katanya.

Memiliki Rencana Kerja

Dengan bekerja dan kuliah pastinya membutuhkan fokus yang sangat besar.

Seorang mahasiswi harus fokus dalam bekerja dan pelajaran agar bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.

Miss Eli selalu menulis jadwal harian setiap malam sebelum tidur.

Termasuk tugas-tugas yang belum selesai dari hari sebelumnya.

Ia juga menyarankan, “Gunakan buku kecil untuk mencatat jadwal harian agar memudahkan untuk  menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan”.

Berikan Skala Prioritas

“Masa muda itu perlu sibuk, perlu kerja keras dan perlu memanfaatkan waktu sebaik mungkin”, katanya.

Ia sangat bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan selagi mahasiswi.

Ia mengajar mulai dari hari Senin sampai Minggu. Mulai dari siang dan malam. Namun, tak pernah terdengar ia mengeluh capek.

Dengan menyadari kalau ia tak memiliki banyak waktu, semua pekerjaan kampus bisa diselesaikan dengan baik.

Miss Eli telah menyelesaikan kuliah tepat waktu. Ia bisa membuat bangga kedua orangtuanya.

Sudah dua tahun ia tak meminta kiriman uang dari orangtuanya di Meulaboh. Ia hidup dengan honor mengajarnya sebagai tentor bimbel Bee Course.

Sangat menyenangkan bekerja selagi mahasiswa. Memiliki uang sendiri dan juga pengalaman mengajar yang berkesan.

Ia sering menjadi panitia setiap ada kegiatan yang Bimbel Bee Course adakan. Seperti kegiatan City Tour dan Outbound.

Dan Miss Eli merupakan tentor favorit para murid.

“Pengangguran berintelektual sangat banyak, jangan sampai karena takut kekurangan waktu tidurmu saat usia muda, kau akan menjadi salah satu pengangguran di negeri ini”, tambahnya.

 

Bagikan ini...

Ini Cara Aku Menjalankan Usaha Bee Course

Sebelumnya aku menceritakan usaha yang aku jalankan ini berdasarkan cita-cita ku sejak remaja, sekarang aku ingin menulis cerita perjalanan ku pada bidang jasa pendidikan, bagi ku ini menjadi nilai lebih tersendiri. 

Lebih kurang selama sembilan tahun aku berbisnis dibidang jasa ini. Saat aku pertama mendirikan usaha Bee Course sama sekali belum sempurna. Namun aku berani untuk memulai lebih cepat agar kelak bimbingan ini bisa disempurnakan. 

Sebagai seorang pemimpin aku dituntut harus mampu dalam segala hal, baik dalam kritikan hingga memikirkan tentang perubahan yang lebih baik lagi kedepan. Namun itu tidak mudah bahkan tidak seperti membalikan telapak tangan. Butuh proses dan waktu serta kesabaran. 

Inilah cara ku dalam menjalankan : 

1. Melayani dengan hati

Bergerak dalam bidang jasa, melayani tanpa pilih kasih dan tanpa menilai orang dari penampilan itu hukumnya wajib. Kami di Bimbingan Belajar Bee Course melayani pelanggan tanpa pilih kasih. Jasa hanya bisa dijual jika orang tertarik kepada pelayanan yang kita tawarkan. Melayani harus dari hati dan membuat pelanggan merasa dihargai, itulah kesuksesan sejati.

 

2. Unggul dalam pendidikan anak

Kehidupan emas dimulai dari usia anak-anak. Maka dari itu, kami mengambil kesempatan yang sangat langka ini yang jarang menjadi prioritas bagi bimbingan lain. Meskipun kami lebih menfokuskan diri dalam bimbingan anak TK dan SD. Namun tetap tak bisa dipisahkan bagi murid SMP dan SMA yang ingin belajar. Kebanyakan mereka yang sudah merasa sangat nyaman dan memilih untuk melanjutkan bersama Bee Course.

 

3. Terdiri enam siswa dengan satu tentor

Satu tentor akan mengajarkan enam siswa, dan ini menjadi kelebihan kami sejak tahun 2009. Belajar dapat dipastikan merata karena dengan enam orang siswa perkelas, tentor dan murid dapat dengan mudah berinteraksi satu sama lain.

Bee Course menyadari pendekatan melalui pribadi anak sangat penting. Di bimbel ini, hal pertama kali dilakukan seorang tentor adalah mengetahui kepribadian anak. Anak diajak berkomunikasi sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan humoris. Seterusnya anak dibimbing untuk belajar secara intensif, tanpa anak merasa dipaksa untuk belajar. 

 

4. Ada program beasiswa yatim 

Program yang ditawarkan Bee Course yaitu beasiswa anak yatim. Ini program yang sudah dijalankan sejak 2012. Bimbingan Belajar Bee Course bukan hanya profit namun bersifat non profit. Dengan kolaborasi kedua model diatas, program beasiswa yatim tetap berkelanjutan sampai sekarang. 

 

5. Tersedia semua pelajaran sekolah

Untuk program sekarang sudah sangat lengkap. Ada program calistung (membaca, menulis, berhitung), program bimbingan semua mata pelajaran baik SD, SMP, dan SMA, program ujian semester dan ujian nasional, program mengaji Iqra, tahfidh, dan tahsin, serta program bahasa.

Dan sistem dalam belajar sesuai dengan kebutuhan anak. Bee Course sangat sadar kemampuan setiap peserta didik berbeda antara satu dengan yang lainya. Agar anak dapat menyerap pelajarannya dengan baik, mereka perlu diberikan pelajaran yang “tepat” dengan sistem belajar yang sesuai kebutuhan anak agar kemampuan setiap anak dapat berkembang secara maksimal.

 

6. Program private ke rumah

Program private ke rumah diperuntukkan bagi siswa yang susah belajar di luar, dan waktunya sangat flesksibel. Dengan harga belajar yang terbilang sangat cocok dikantong, banyak yang mengambil program ini ke rumah.

 

7. Pembayaran uang belajar bulanan

Dengan sistem bayaran bulanan, setiap orangtua tak akan merasakan beban saat mengeluarkan uang. Yang pertama bisa membantu orang yang ekonomi menengah ke bawah sehingga tak merasa keberatan jika harus membayar uang anaknya langsung untuk satu tahun.

 

8. Pertemuan bisa digantikan

Siswa yang berhalangan hadir untuk belajar pertemuanya bisa digantikan dengan hari yang lain. Hanya dengan syarat memberi kabar kepada pihak Bimbel Bee Course sebelum kelas dimulai. Dalam artian siswa akan bisa menggantikan pertemuan belajarnya untuk hari berikutnya.  

 

9. Memiliki program outbound dan city tour

Ini yang menjadi ciri khas Bimbingan Belajar Bee Course.  Para murid dan tentor butuh rekreasi edukatif agar semangat belajarnya tetap terjaga. Tujuan city tour dan outbound untuk mengenal murid lebih dekat dan mengenal karakter mereka secara langsung.

 

10. Konsultasi Pr sekolah 

Konsultasi tugas sekolah bisa bebas kapan saja asalkan masih dalam jam buka kantor Bimbel Bee Course, tanpa terhitung dalam paket belajar (gratis). Semua siswa memiliki hak yang sama untuk yang satu ini. Konsultasi bersifat terbuka dengan tentor diluar jam belajar.

 

11. Pendaftaran hanya sekali seumur hidup

Mengambil komitmen membebaskan pedaftaran dimulai sejak tahun 2013. Dengan membebaskan biaya pendaftaran bagi siswa yang sudah pernah belajar di Bee Course, membuat peserta didik loyal. Orangtua hanya perlu membayar untuk uang belajar bulanan. Dan ini ikatan kuat untuk para pelanggan lama yang setia, yang kami jadikan penghargaan bagi mereka yang kembali les di Bee Course.

 

Bagikan ini...

GARA RAJIN MEMBACA, INGIN BUKA USAHA LES, ALHAMDULILLAH ALLAH KABULKAN 

Saat aku masih duduk dibangku kelas enam SD, pada saat kami sekelas hendak meninggalkan  sekolah kami, untuk naik tingkat pada jenjang selanjutnya. Aku membawa sebuah pesan dari  guru ku, yakni “Jangan takut bercita-cita, karena kalau kita usaha pasti hasilnya terbaik,” Selanjutnya Ia mencontohkan ”Seperti orang tanam cabai pasti akan tumbuh buahnya cabai, tidak akan tumbuh tomat,” katanya saat itu.
 
 
Dari pesan itulah, aku terus bermimpi dan berjuang untuk mengejar cita-citaku, hari demi hari, bulan berganti bulan dan tahun juga. Aku terus mengejar impian ku. Di bangku sekolah aku belajar rajin, di rumah aku hidup layaknya gadis yang rajin akan mengulang ilmu pengetahuan yang diberikan guru di sekolah.
 
 
Hingga kuliah aku demikian. Disaat teman ku sibuk dengan kegiatan lainnya, yang menurut aku tidak bermanfaat aku malah sendiri membaca, walaupun aku dianggap kutu buku, yang terpenting bagi ku belajar.
 
 
Aku tanamkan tekad untuk bermimpi, diiringi dengan doa, itu sudah pasti karena kita hamba Allah.
 
 
Dari dulu aku bermimpi ingin membuka bimbingan belajar. Impian ku ini timbul dari kegilaanku membaca, karena dari rajin membaca aku semakin mengenal siapa diriku bahkan aku juga tahu tentang kehidupan pada dunia lainnya. Makanya aku ingin sekali rasanya mengajak anak-anak Aceh ini untuk rajin membaca.
 
 
Akhirnya, lima tahun setelah bencana alam Tsunami terjadi di Aceh, tidak ada aksi, seperti, keinginan ku dari kecil untuk memiliki Bimbingan Belajar, impian tersebut tercapai, aku dapat mendirikan Bee Course.
 
Alhamdulilah aku bersyukur, akhirnya aku menemukan kekuatan impian ini, karena membaca telah membuat aku semangat dalam menuliskan dan membebaskan aku untuk bermimpi tinggi.
 
 
Inilah mungkin karena tekad dan doa semua bisa, yang bahkan, aku sendiri tak pernah tau bagaimana cara mewujudkan impian yang aku tulis tiga bulan sebelum bencana Tsunami 2004 dan Allah mewujudkannya.
 
 
Kini impian tersebut membawa aku pada kenyataan, aku menjalani kehidupan dengan iramanya.
 
 
Masalah waktu hanya ilusi, dan bagaimana caranya terwujud juga misteri. Aku tak memiliki mentor dalam bisnis, hanya memiliki beberapa pengalaman yang aku yakinkan itu bagian dari cara Allah untuk mengantarkanku ke impian besar dalam hidupku.
 
 
Saat aku memulai Bimbingan Belajar Bee Course aku masih menjadi salah satu mahasiswi semester tujuh di FKIP Bahasa Inggris Unsyiah.
 
 
Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi semuanya. Ini yang aku inginkan ketika aku menulis pengalaman dan kisahku.
Bagikan ini...

Three Reasons Tobe A Part-Time Student

Working as a part time student can be difficult and daunting for students. At the same time working as a part time can be confidence builder, and can be fun. I had been worked in Helping Hands Foundation from Australia in 2007 until 2009. My position was an entepreneurship trainer for senior high school students in Banda Aceh. I got this job from fourth semester. But, started be a new student in Syiah Kuala University, I had failed for 15 times in job opportunity before I worked in HHF.

I had three reasons why working part time was fun. First, it gave one opportunity to earn money. Second, got a new experience in working. Third, provided an excellent opportunity for learning independently.

First of all, working part time provided one excellent opportunity to earn money. It was very easy when student could earn money by themselves. They could earn money besides studying, and they used it for college tuition, to buy books, and clothes.

Secondly, it gave a new experience in working. Students who have experience in working were very easy to find a job after graduating from college. Experience of working and studying were very different. It was a great opportunity if they could collaborate between working and studying experience. For example, the recent graduate was not easy to find job without experience. If they had experience, they would find job easyly.

Finally, working as a part time worker provided an excellent opportunity for learning independently. To be an independent student was a thing of pride because they got responsible in their life. Responsible was one thing important in life for doing something. Independent was not easier, but they must learn more about responsibility

In this conclusion, working as a part time student was enjoyable. Although they were studying now, they could get money, more experience, and be independent. All of this was very important for next future to get their goal.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ini...