Aku Masih Malu Untuk Menulis 

Sebelumnya, dalam menulis aku jarang meralat tulisan-tulisanku, kecuali ketika itu penting untuk diperbaiki dan disebarkan secara luas. Aku percaya tulisan yang jujur yang di tujukan kepada diri sendiri adalah hal yang paling bagus.

Terkadang beberapa hal yang terjadi dalam hidup dan lingkungan tempat aku tumbuh menjadi hal yang tabu untuk diceritakan. Bahkan, aku juga merasa malu dengan hasil tulisanku, seperti saat kegiatan menulis ini kulakukan.

Dibalik semua ini, aku selalu dilanda rasa putus asa setiap akan menulis sesuatu. Karena ruang lingkup yang bisa aku tulis sangatlah terbatas. Misalnya, ketika aku bisa menulis tentang monyet, mungkin saja aku tidak bisa menulis apapun tentang makanannya.

Aku terus berkutat dengan dilema seperti ini selama bertahun-tahun, dan sungguh waktu yang panjang untuk bisa menuangkan semua ide-ide yang kupunya di atas kertas.

Aku berjanji untuk tak mau lagi menunggu sampai aku siap untuk memulai menulis. Maka aku berani mengambil langkah besar, yang mungkin bagi teman-temanku menganggap ide gila karena aku belum rajin menulis seperti orang.

Aku beranikan diri untuk memiliki blog yang berbayar agar tanggung jawabku dalam menulis semakin besar.

Jika aku tak pernah melatih kemampuan menulis setiap hari, mustahil aku akan mahir menulis. Kalau tak memulai sekarang maka akupun tak akan pernah tau kapan aku bisa mahir dalam menulis.

Jadi mengatur waktu untuk menghasilkan tulisan perhari itu komitmen diri.

Said Abdul Aziz menyarankan, “jika kau dapati satu perkara sulit dikerjakan, maka batasilah waktu pengerjaannya. Sungguh waktu, itulah rahasianya.”

Menjadi seorang penulis berarti membiasakan diri untuk membaca setiap hari. Menulis tanpa rajin membaca membuat tulisan terasa dangkal. Tulisan akan menjadi hambar dan tanpa nyawa untuk dibaca. Membaca sangat penting untuk bisa menemukan gaya menulis secara mudah.

Dalam menulis, tak ada tulisan yang sederhana. Setiap yang telah kita tulis semuanya telah menempuh proses penyaringan didalam pikiran, sehingga hasil tulisan akan bermanfaat untuk dibaca. Mungkin akan kelihatan sederhana bagi kita, tetapi bagi jiwa dan otak kita telah belajar banyak hal yang mengagumkan selama proses menulis.

Ada yang bilang diusia berapapun seseorang memulai menulis, orang pasti akan mahir menulis dengan baik.

Jika kebiasaan menulis sudah terbentuk, menulis bukan lagi tantangan besar. Seiring dengan semakin banyaknya tulisan yang telah kita hasilkan kemampuan menulis akan meningkat dengan sendirinya.

Menulislah, dan teruslah menulis sampai suatu saat akan ada orang lain yang menghargai tulisan kita. Akan ada orang yang menyukai gaya menulis kita. Keajaiban akan datang bertubi-tubi seiring dengan banyaknya tinta yang kita goreskan.

Semua ini membutuhkan waktu sedikit lebih lama, namun jika kegiatan menulis kita lakukan dengan senang hati, maka menunggu untuk mendapatkan keajaiban itu tidak terlalu membosankan.

https://yanibeefit.com/menunda-atau-memulai-menulis-sekarang-itu-pilihan/

Bagikan ini...

19 Latihan Untuk Meningkatkan Keahlian Menulis

Ada banyak latihan yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis termasuk dalam mencari ide. Latihan dibawah ini membantu penulis dalam menemukan ide awal dalam memulai.

  1. Awali Menulis Tentang Diri Sendiri.

Dalam kehidupan yang telah kita lalui terdapat banyak kisah menarik yang bisa diceritakan. Tuliskan catatan perjalanan dari kecil sampai umur kita sekarang ini. Meskipun awalnya terlihat sulit, jangan terkejut setelah menulis lebih dari 50 halaman, kita malah ingin menulis terus dan terus tanpa henti sebanyak mungkin tentang diri kita.

  1. Mulailah Menulis Dengan Kata Pengandaian

Contoh kata pengandaian seperti; apa jadinya jika suatu hari seseorang tiba-tiba memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain? Kembangkan kalimat pengandaian ini dengan cerita dalam alur apa saja. Sebagai penulis kita akan sangat terkejut ternyata menulis dengan berandai-andai bisa dengan mudah diwujudkan.

  1. Pilihlah Sepuluh Orang Yang Kita Kenal

Sebagai manusia pasti kita mengenal lebih banyak orang bukan? Lalu gambarkan mereka menjadi satu orang. Ambil sifat-sifat yang menyenangkan dari setiap orang, lalu kombinasikan menjadi satu. Kemudian, berceritalah tentang karakter baru itu. Karakter ciptaan itu akan membuat penulis terbiasa nantinya ketika menentukan tokoh yang kuat untuk novelnya.

  1. Rekam Perbincangan Yang Menarik

Tips selanjutnya merekam percakapan selama lima menit, baik itu diskusi youtube atau televisi. Tulislah dialog yang ada dalam rekaman itu sama persis seperti yang dibicarakan. Lalu jika sudah selesai, tambahkan sendiri apa yang kita inginkan dalam percakapan tadi. Ciptakan dialog itu menjadi cerita yang menarik dan kembangkan menjadi novel saku.

  1. Mulailah Menulis Buku Kematian Diri Sendiri

Ketika kita membayangkan akan meninggalkan dunia ini, apa yang ingin kita tinggalkan. Meskipun kelihatannya agak membingungkan, buku tentang kematian diri ini sangat bermanfaat. Menulislah seolah-olah kita akan meninggal hari ini, satu minggu, satu bulan, satu tahun, atau tiga atau lima tahun lagi di masa depan.

  1. Deskripsikan Ruangan

Mulailah mendeskripsikan ruang kerja, kamar tidur, rumah, kampus, serta tempat-tempat yang sering kita kunjungi dan yang sudah familiar. Libatkan rasa, suara, suasana, dan bau untuk menulis, jangan gunakan indra penglihatan untuk menuliskan apa yang ingin kita jelaskan, karena hasilnya akan mengabur saat ditangkap oleh pembaca.

  1. Tulislah Wawancara Fiksi Dengan Diri Sendiri

Tanya dan jawab sendiri seolah-olah ada dua orang dalam tulisan kita. Yang uniknya disini adalah hanya kita sendiri yang berkhayal melakukannya. Lakukan secara profesional seolah-olah hasil wawancara itu untuk diterbitkan disuatu majalah, tabloid, atau koran.

  1. Cari Satu Artikel Yang Menarik

Kembangkan artikel yang sudah ada dengan bahasa sendiri. Ikuti saja kemana arah ceritanya. Apakah tetap menjadi artikel atau malah bisa menjadi sebuah novel yang tebalnya sampai 400 halaman. Biarkan imajinasi berkembang dengan menulis bebas. Kembangkan semaksimal mungkin dengan menambah imajinasi-imajinasi liar kita. Jangan merasa kita miskin kreativitas dalam menulis, karena alaminya daya kreativitas seseorang akan semakin meningkat dengan latihan rutin. Ingat saja, menulis bukan untuk orang lain, tetapi menulis untuk diri kita sendiri.

  1. Menulis Novel Dengan Karakter Khayalan Yang Kita Ciptakan.

Tulislah semua yang kita bayangkan seolah-olah itu memang bisa menjadi kenyataan cerita. Buat cerita dengan dialog yang hidup antar sesama tokoh dalam novel yang kita tulis. Dan tulislah dalam sudut pandang orang pertama agar menulis semakin tambah menyenangkan.

  1. Cari Kata-Kata Mutiara Atau Quotes

Quotes para ahli sering menggelitik kita dalam menulis tentang hal yang menarik yang ingin kita angkat, lalu kembangkan kata-kata itu. Dari satu quotes yang kita angkat bisa dipilah-pilah menjadi beberapa bagian dalam tulisan. Perbanyak membaca untuk menambah alur cerita dan jumlah halaman yang ingin kita selesaikan.

  1. Pilihlah Seorang Penulis

Gambarkan dan jelaskan seorang penulis tentang bagaimana cara dia menulis. Hal-hal apa yang membuat kita menyukai tulisannya, bagaimana dia membuat ceritanya menarik untuk dibaca, apa yang bisa kita tuliskan tentang cara dia menulis. Menulis dengan cara seperti ini sama seperti melatih diri kita menulis biografi tokoh.

  1. Ubah Sudut Pandang

Jadi ubah kata aku menjadi dia. Ketika kita menulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, hasilnya akan jauh berbeda dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang dalam menulis harus dilatih agar kemampuan menulis bisa meningkat dengan cepat. Lakukan cara ini untuk jenis tulisan pendek bukan yang berbentuk buku. Mulailah menulis cerita pendek dengan menggunakan orang ketiga.

  1. Tulislah Masa Kecil

Menulis masa lalu melalui cara pandang seorang anak akan membebaskan kita dalam kosakata. Menulis dengan menggunakan bahasa yang sederhana membuat penulis kaya akan gaya menulisnya. Sudut pandang seorang anak kecil sangat berbeda dengan sudut pandang orang dewasa. Perhatikan bahasa anak-anak yang sering mereka gunakan, lalu lihat juga bagaimana cara mereka berpikir.

  1. Ingat Perdebatan

Tulislah pertengkaran atau perdebatan yang pernah kita alami dengan orang lain, kemudian tulislah perdebatan itu dari sudut pandang orang yang berdebat dengan kita. Ini melatih kemampuan kita dalam menulis pemikiran orang lain, bukan untuk menulis dari sudut pandang diri kita sendiri.

  1. Dengarkan Percakapan Orang

Duduklah di rumah makan, atau di mana saja yang terdapat banyak orang untuk kita dengarkan percakapan mereka. Tulislah dengan bahasa yang mereka bicarakan, bukan dengan bahasa kita. Lalu tambahkan dan selesaikan percakapan mereka dalam bentuk cerita. Namun harus diingat, gaya bahasanya tetap menggunakan gaya bahasa mereka.

  1. Tulislah Ketakutan Terbesar

Apakah ada sesuatu barang yang untuk menyentuhnya saja kita tak sudi? Atau suara yang bikin bergidik? Gambarkan apa saja yang membuat kita takut sedetail mungkin. Apa yang kita rasakan, bagaimana rasanya di tubuh, apa yang kita lihat dan apa juga yang kita pikirkan. Gunakan ketakutan atau mimpi buruk menjadi awal sebuah cerita. Tulislah dalam sudut pandang orang pertama. Bayangkan sebelumnya apa yang terjadi sampai kita berada di titik yang paling buruk dalam hidup ini. Apakah kita bisa lolos atau terjebak oleh ketakutan terbesar kita?

  1. Buat Rencana Tentang Cerita Misteri Pembunuhan

Masukkan tiga detail- sebuah koran, sebuah tiket pesawat dan sebuah lipstik. Terserah bagaimana kita menggunakannya, yang penting tiga barang itu harus punya peran yang penting dalam plot cerita.

  1. Gambarkan Yang Dilakukan Orang Untuk Mencari Nafkah

Bisa menulis tentang kehidupan kita sendiri, atau bisa juga hidup orang lain. Melalui gambaran cara orang mencari nafkah, coba bawa pembaca masuk dan mengenal karakter.

  1. Menulislah Tentang Teman Lama

Teman lama bisa dekat sekali dengan kita atau malah jauh, tapi dengan alasan apapun, sekarang dia tak ada lagi dalam kehidupan kita. Gambarkan secara kasar tentang orang itu saat pertama kali bertemu. Gambarkan saja sebaik dan sejelas mungkin. Kalau kita ingat apa yang dia katakan tuliskan saja.

Tujuh Manfaat Menulis Yang Tak Disangka-Sangka

Bagikan ini...

Menunda Atau Memulai Menulis Sekarang, Itu Pilihan!

Menulis yang bagus dan bisa dinikmati pembaca bukan berasal dari keinginan belaka. Bukan juga dari harapan suatu hari nanti tulisan kita menggemparkan dunia. Semua impian tadi akan terwujud hanya dengan satu tindakan “menulislah saat ini”. Berhentilah berpikir untuk menulis saat selesai sarjana, atau menunggu waktu yang sempurna untuk menulis. Ingatlah, tak akan ada waktu sempurna untuk menulis, namun kesempurnaan terwujud dari hasil latihan yang sudah dilakukan berulang kali sejak saat ini.

Kita tak akan pernah bisa menulis bagus kalau kita tidak memulai menulis sekarang. Lakukan saat ini, maka tiga atau lima tahun lagi kita pasti mahir dan menjadi ahli dalam merangkai kalimat. Menulis merupakan proses mengeluarkan wawasan yang sudah menumpuk dalam diri kita selama ini. Yang mana pengalaman dari kehidupan ini bisa digabungkan dengan fakta-fakta yang kita dapatkan dari bacaan karena kemampuan menulis tak bisa didapat secara instan.

Menulis harus dilatih setiap hari dan dilakukan terus menerus agar kita tau bagaimana cara menulis dengan menyenangkan. Jika kita tak pernah menulis dan hanya menghabiskan waktu untuk membaca kita hanya tau bagaimana cara membaca yang baik bukan untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Menulis tidak dibatasi oleh latar belakang pendidikan apapun. Tidak ada jaminan untuk bisa menulis, meski lulusan terbaik dari universitas terkenal sekalipun. Menjadi seorang sarjana dari perguruan tinggi ternama tidak akan secara otomatis menghasilkan karya tulis hebat. Tidak ada syarat yang membedakan mana orang yang bisa menjadi penulis dan mana yang tidak, semua usaha tergantung dari tujuan pribadi dalam menulis.

Salah seorang dari penulis Indonesia yang menarik perhatianku adalah Pramoedya Ananta Toer. Bagi dirinya menulis adalah kebutuhan untuk terus hidup. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah”.

Bagi seorang penulis produktif, menulis bukan lagi untuk mengisi waktu luang dan bukan juga sebagai ladang mencari nafkah. Namun tujuan menulis jauh lebih mulia dari kedua alasan tersebut. 

Mencari alasan untuk mengelak dari kebutuhan yang satu ini memang cukup mudah, karena dengan tidak menulis seseorang tidak akan mati. Namun ingatkah kita selain dari kebutuhan fisik, kebutuhan psikis jauh lebih penting.

Tak usah lagi beralasan bahwa kita tak punya cukup bekal dalam menulis. Setiap kita telah memiliki modal memulai menulis. Semua pasti bisa bercerita secara lisan bukan? itulah modal awal yang kita miliki dan menunggu untuk digunakan.

Bagikan ini...

Mari Mengenal Si Burung Pipit

Cip..cip..cip suaraku. Assalamualaikum, siapa diantara teman-teman yang bisa berkicau seperti ku? Meskipun suaraku tak seindah burung lain, namun aku tetap berani berkicau di pagi hari. Aku sangat bersyukur Allah telah memberi ku suara ini. Dengan suaraku menambah keceriaan di awal pagi yang segar. Adik-adik pasti pernah mendengar suaraku bukan?

Aku dipanggil burung pipit karena ukuran tubuhku yang kecil. Jadi, kalian tak akan menemukan burung pipit sebesar burung merpati. Panjang tubuhku 10 sampai 12 sentimeter. Pipit yang paling besar adalah jenis Gelatik Jawa yang panjangnya 17 sentimeter dan beratnya 25 gram. Kendati pun badan ku kecil tetapi umurku terbilang lama jika dibanding dengan ukuran tubuh yang mungil. Burung pipit bisa hidup mulai dari enam sampai delapan tahun lamanya.

Secara ilmiah aku termasuk dalam kerajaan animalia. Aku berada dalam filum chordata. Kelasku aves. Aku berada di Ordo Passeriformes. Familiku estrildidae. Dan genusku termasuk lonchura. Nama latinku Lonchura Punctulata. Jenis burung pipit biasa disebut dengan spesies. Jenis burung pipit ada 40 spesies yang tersebar diseluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Aku berasal dari India, Cina, Asia Tenggara, dan Afrika. Karena burung pipit suka berkeliling dunia, makanya sekarang ini burung pipit semakin menyebar kesemua benua yang ada di bumi ini. Kalau di luar negeri burung pipit dikenal dengan nama Munia, Manikin, dan Silverbills. Munia termasuk spesies burung pipit dari Asia. Kalau Manikin spesies burung pipit yang berasal dari Afrika. Nama burung pipit di setiap negara itu berbeda. Jadi jangan bingung ya jika mendengar namaku yang asing di benua lain.

Aku sangat menyukai daerah tropis. Burung pipit kurang tahan dengan iklim dingin. Makanya burung pipit memerlukan habitat hangat seperti wilayah tropika. Burung pipit banyak hidup di Indonesia karena iklim disini sangat cocok dengan tubuh burung pipit.

Namun, ada juga beberapa dari burung pipit yang bisa beradaptasi dengan iklim dingin tetapi jumlahnya agak sedikit. Seperti beberapa jenis burung pipit yang hidup di Australia Selatan mereka bisa hidup di iklim yang sangat dingin yang bersalju.

Aku memiliki bentuk paruh yang pendek, tebal, tajam, dan runcing. Makanan kesukaanku rumput biji dan padi. Namun ada makanan lain juga yang biasa aku makan seperti; beras, roti, pupa semut, tauge, bayam, parutan wortel, ulat, atau tulang-tulang ikan. Biasanya burung pipit makan mulai pukul 06.00 sampai pukul 10.00 pagi hari dan pukul 14.00 siang sampai pukul 18.00 sore hari.

Burung pipit sangat suka dengan padi muda yang masih bersantan karena rasanya sangat manis. Makanya selama proses padi berbuah, para petani sangat ketat menjaga sawahnya dari serangan burung pipit. Jika burung pipit mengisap santan dari biji padi yang masih muda itu, maka yang akan tinggal hanya sarung padi yang tak ada isinya lagi. Jadi ketika panen para petani mengalami kerugian. Dalam jumlah yang besar, burung pipit dianggap musuh oleh para petani. Para petani sering menakut-nakuti burung pipit dengan membuat orang-orangan di tengah sawah.

Memang agak sedikit susah membedakan mana burung pipit jantan dan burung pipit betina jika berada dalam kelompok yang besar. Perbedaan jantan dan betina bisa dilihat dari ukuran kepala, warna tubuh, dan paruh yang dimiliki. Kalau burung pipit jantan memiliki kepala yang agak lebar, berwarna cerah. Sedangkan burung pipit betina memiliki kepala yang agak kecil serta warna bulu yang agak gelap atau abu-abu.

Warna cerah yang dimiliki oleh burung pipit jantan berguna untuk menarik perhatian burung pipit betina. Para burung pipit jantan mencari pasangan dengan memamerkan bulu indah mereka. Jadi jika ada yang tertarik dengan keindahan bulu burung pipit jantan, burung pipit betina akan mendekat. Dan ketika mereka sudah mendapatkan pasangan, mereka akan langsung kawin.

Nah, sekarang mari mengenal rumahku. Rumahku terbuat dari rumput-rumput kering, jerami, atau sabut kelapa. Sarangku mirip dengan bola-bola rumput. Para burung pipit membuat sarang agak dekat dengan sumber makanan. Dan burung pipit paling banyak bersarang disaat musim padi tiba. Saat membuat rumah burung pipit memilih pohon yang tinggi serta rimbun. Seperti pohon kelapa, pohon pinang, pohon jambu. Pohon-pohon itu semua yang menjadi pilihan para burung pipit. Burung pipit sengaja membuat sarang dipucuk-pucuk pohon yang tinggi agar terhindar dari para pemangsa dan pemburu. Sarang yang berada dipucuk pohon membuat pemangsa dan pemburu sulit untuk menangkap burung pipit. Sedangkan pilihan untuk pohon yang rimbun bertujuan untuk berlindung dari terik di siang hari.

Ketika burung pipit jantan mulai membuat sarang berarti burung pipit betina hampir siap untuk bertelur. Setelah bertelur, pipit jantan akan membantu pipit betina untuk mengerami telur sampai menetas. Setelah beberapa minggu dierami bersama, telur itu pun menetas dan keluarlah bayi-bayi burung pipit yang mungil. Burung pipit tinggal di sarang hanya sampai anak-anaknya bisa terbang. Setelah itu, burung pipit mencari tempat baru dan membangun sarang yang lain.

Sarang burung pipit paling sering diburu. Orang-orang mencari telur yang belum dierami karena telur burung pipit sangat disukai. Rasa telurnya itu sangat enak dan gurih sekali. Telur burung pipit yang dimakan mentah-mentah rasanya manis, gurih dan tak berbau amis. Telur burung pipit berwarna putih, kecoklatan, dan berbintik-bintik. Burung pipit bertelur paling sedikit empat butir dan paling banyak 10 butir.

Daging burung pipit ternyata sangat gurih dan lezat. Dagingnya itu bisa digoreng, digulai, dan dipanggang. Wah, rasanya sungguh nikmat sekali. Rasa telur dan daging burung pipit yang gurih dan lezat itu karena pengaruh dari makanan yang burung pipit makan. Burung pipit makan padi muda sehingga daging dan telur burung pipit juga ikut manis dan gurih.

Bayi pipit menetas dari telur yang dierami oleh induk pipit. Jika masih bayi, burung pipit warnanya coklat muda atau agak sedikit kehitaman. Selama masih bayi, makanan dicari oleh ayah dan ibu burung pipit. Burung pipit hanya menunggu makanan disuapi dalam sarang. Kalau burung pipit sudah merasa lapar, burung pipit akan menangis dengan membuka mulut besar-besar.

Ketika sudah berumur 21 hari, burung pipit sudah belajar terbang. Burung pipit diajarkan terbang oleh orangtuanya. Ketika burung pipit mulai belajar terbang, resiko dimakan oleh pemangsa akan semakin besar. Selain dari manusia, burung pipit juga diburu oleh kucing, kadal, ular, dan burung elang. Namun resiko yang besar itu tak membuat burung pipit takut untuk mencoba terbang diudara. Terbang adalah kebebasan satu-satunya yang dimiliki burung pipit untuk bisa melihat dunia ini.

Jika adik-adik menemukan sarang burung pipit yang berisi bayi-bayi mungil di pohon dekat rumah, usahakan jangan dipegang. Jika bayi burung pipit sudah dipegang manusia, maka induk pipit tak akan mau lagi memberi makan untuk bayi-bayi mungil itu. Kasihan sekali jika mereka kelaparan di atas sana.

Bagikan ini...

Ini Manfaat Berdiri Yang Jarang Diketahui

Hidup di zaman modern seperti sekarang ini, kita dimanjakan dengan makanan enak dan kursi empuk. Tanpa kita sadari, pelan-pelan kita merusak tubuh sehingga tubuh tak bisa menua dengan sehat. Makanya banyak penyakit degeneratif yang muncul tanpa melihat usia, yang mana dulunya hanya penyakit orang tua, sekarang sudah menjadi penyakit anak muda. Semua ini pengaruh dari gaya hidup kita yang sudah lebih sering berleyeh-leyeh tanpa mau hidup aktif bergerak.

Kebiasaan moderen yang sedang ngetren yaitu kebiasaan duduk, akan banyak sekali pekerjaan yang dihabiskan dengan kegiatan yang satu ini. Ternyata duduk terlalu lama dapat melemahkan tulang serta memunculkan berbagai penyakit. Berbeda dengan berdiri, lebih lama berdiri akan memberikan manfaat yang lebih banyak. Semakin banyak berdiri maka semakin baik pula untuk kesehatan. Namun sayang, hanya segelintir orang yang mau melakukan kegiatan berdiri ini.

Berdiri merupakan indikator kesehatan yang bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh. Berdiri disinyalir akan membuat orang awet muda. Berdiri dapat memberikan alarm bagi tubuh tentang gejala resiko stroke yang kita dapatkan, karena jika sel saraf otak terganggu maka kita tidak dapat menjaga keseimbangan tubuh. Kemampuan berdiri lama merupakan tes untuk kesehatan. Menurut penelitian, rutin berdiri membuat tubuh bugar selama 13 tahun lamanya.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan sambil berdiri mulai dari menulis, memasak, mandi, mencuci piring, merias diri, menggosok gigi, menyetrika baju, dan mengajar. Atau bisa juga kita dengan sengaja menggantikan kegiatan yang biasa dilakukan sambil duduk dengan berdiri. Semuanya tergantung bagaimana menyikapi kegiatan berdiri ini. Jika kita ingin hidup lebih sehat maka kita akan lebih peduli tentang kesehatan.

Latihan terapi berdiri akan sangat bagus jika semakin lama dilakukan. Sebagai permulaan, berdiri boleh dicoba dalam waktu 30 menit, jika sudah terbiasa bisa dilakukan selama tiga sampai delapan jam yang tentunya bisa diselingi dengan istirahat. Jika merasa lelah dalam berdiri, jangan dipaksakan. Lakukan peregangan ringan, tekukkan kaki sambil digerak-gerakkan beserta dengan leher dan bahu.

Bekerja sambil berdiri bisa membuat orang lebih efektif dalam bergerak sehingga tidak menjadi malas. Bekerja dengan berdiri sangat banyak manfaatnya. Bahkan, sangking kegiatan ini bermanfaat para ahli mau menghabiskan waktu dengan berdiri selama delapan jam per hari. Berdiri menambah energi sepanjang hari karena darah tetap mengalir dengan baik dan lancar. Jadi penyaluran oksigen dapat dengan merata tersebar keseluruh tubuh sehingga tak membuat ngantuk.

Berdiri juga melatih keseimbangan dan memperbaiki postur tubuh, serta membantu menurunkan berat badan. Studi membuktikan berdiri selama satu jam dapat membakar 50 kalori. Serta berdiri juga meningkatkan konsentrasi karena ketika berdiri tubuh lebih terjaga. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dengan tegak, maka akan semakin baik. Jika kita menginginkan kesehatan yang lebih baik serta ukuran pinggang yang lebih kecil, sekaranglah saatnya untuk berdiri, bergerak lebih banyak dan peduli dengan pola makan sehat.

Bagikan ini...

Tujuh Manfaat Menulis Yang Tak Disangka-Sangka

Sejak aku memutuskan untuk menulis di tahun 2011, aku sudah merasakan manfaat yang besar. Hanya saja saat itu aku tidak memiliki blog untuk berbagi. Namun, aku menulis cerita anak untuk bahan bacaan para murid. Sekarang aku memberanikan diri untuk memiliki sebuah blog yang akan menjadi rumahku kelak. Bagiku memiliki blog pribadi hanya suatu cara untuk tetap membuktikan tanggung jawab menulisku setiap hari.

Ada tujuh manfaat menulis yang sudah aku rasakan dalam kehidupan:

  1. Menyembuhkan Diri

Tujuan utama menulis untuk kesembuhan diri, dan hanya dengan menulislah diriku bisa terselamatkan. Semua yang ada dalam diriku selama puluhan tahun telah berhasil aku keluarkan dengan cara menulis. Begitu selesai, betapa puas dan leganya diriku karena semua rasa sesak yang telah lama terpendam bisa tersalurkan dengan cara yang tepat.

  1. Lebih Tenang Dan Sabar

Dengan menulis aku sudah semakin mahir memberikan tempat untuk melampiaskan amarah, takut, sedih, dan perasaan menyakitkan dengan aman. Aku tak pernah merasa dikhianati dengan menulis, dan bahkan menjadi teman yang paling setia yang bisa aku percaya selama ini. Apalagi aku seorang perempuan yang memiliki keinginan yang sangat kuat setiap hari untuk bercerita. Jadi hanya dengan menulislah cara yang aman untuk bergosip.

  1. Impian Mudah Tercapai

Percaya dengan hukum daya tarik alam bukan? Bagi siapa saja yang ingin impian hidupnya cepat terwujud, maka menulis adalah bentuk nyata impian yang bisa kita tarik dengan mudah. Beruntung aku menulis buku impian tentang apa saja yang ingin aku miliki, sehingga bisa menghemat waktu dalam mewujudkan mimpi.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Keuntungan menulis yang aku dapatkan seiring berjalannya waktu yaitu membantu menemukan siapa diriku sebenarnya dan juga meningkatkan rasa percaya diri. Membaca yang diiringi dengan menulis merupakan kunci timbulnya rasa percaya diri. Jadi dengan banyak membaca maka wawasan semakin bertambah luas yang mana daya kreativitas semakin terasah dengan ilmu yang didapatkan.

  1. Bisa Menyediakan Bahan Bacaan Yang Bermutu

Sebagai perempuan aku punya tanggung jawab yang besar untuk lingkungan sekitarku. Mulai dari apa yang bisa aku berikan. Tak hanya dengan mengajar, aku bisa membantu ratusan murid menghidupkan imajinasi mereka. Aku percaya dengan memberikan bahan bacaan yang bermutu maka mereka bisa jauh lebih cerdas. Sebagai pengajar, aku mengerti betul apa yang sebenarnya muridku butuhkan.

  1. Belajar Mendengar Pendapat

Setiap kali aku menulis, aku belajar mendengar pendapat unikku sendiri. Bagaimana pendapat itu bisa aku sandingkan bersamaan dengan fakta yang terjadi. Dengan demikian, membuatku semakin jeli untuk menulis sesaui dengan kebutuhan. Semakin sering aku menulis semakin sering aku mendengar pendapat pribadiku. Dan dengan menulis, aku mencari jawaban yang membuatku penasaran sehingga aku semakin dekat dengan ilmu dan tau lebih banyak dan lebih banyak lagi.

  1. Agar Pekerjaan Tak Berkesan Itu Itu Saja

Menulis membuat diriku bisa lebih hidup. Setiap hari aku melakukan rutinitas pekerjaan yang itu-itu saja, agar pekerjaanku tak menoton maka menulis adalah pembeda antara merasa hidup atau tidak. Dengan menulis apa yang aku lakukan, aku bisa melihat segi hidup ini secara berbeda.

Bagikan ini...

Ini Manfaat Yang Aku Rasakan Dari Menulis Bebas

Selama aku belajar untuk rutin menulis, aku menggunakan tehnik menulis bebas. Tehnik menulis bebas ini sering juga disebut dengan menulis seperti berbicara. Keduanya sama saja hanya namanya yang berbeda. Dengan menulis bebas, seorang penulis akan mudah untuk mengenali diri. Karena pada intinya menulis bebas adalah menulis sesuka-suka kita. Tehnik menulis bebas ini telah lama dipopulerkan oleh Peter Elbow dalam bukunya writing without teacher.

Saat memulai menulis, aku mengatakan pada diriku “aku bebas menulis apapun sejelek apapun di dunia ini”. Pikiran ini membutuhkan tempat dan ruang yang tak dibatasi. Sebebas-bebasnya, maka aku tak heran hasil pertama akan berantakan tetapi memiliki daya tarik yang luar biasa memikat.

Aku merasa sangat cocok dengan gaya menulis bebas ini. Apalagi kebebasan pertama dalam menulis menggunakan tehnik ini sangat sesuai dengan karakter pribadiku yang tidak suka dikekang. Saat menulis bebas, aku tak peduli apakah tulisanku bagus atau tidak. Jika memang tulisan itu tidak berguna dan terlalu memalukan untuk aku bagi, aku akan hapus tulisan itu.

Yang penting bagiku adalah bagaimana aku bisa mengeluarkan pikiran yang sudah menumpuk di dalam. Jika sampahnya sudah bersih, otomatis tulisan yang akan aku hasilkan akan bagus. Dalam menulis bebas yang paling penting tidak perlu banyak memikirkan tentang tetek bengek aturan kepenulisan sehingga kegiatan menulis tidak terhenti. Dan yang sangat menggembirakan, tehnik menulis bebas sudah ada pada setiap manusia. Sama halnya seperti kemampuan dalam berbicara. Setiap orang memiliki kemampuan berbicara sehingga dengan mudahnya orang tersebut bisa mengungkapkan apa yang dikehendakinya.

Aku merasakan dengan menulis sebebas-bebasnya merupakan cara teraman untuk mengeluarkan pikiran dari kegagapan menulis, sehingga membuatku tidak berhenti hanya untuk memikirkan apa yang ingin aku tulis. Kata para penulis, “Dengan menggunakan gaya menulis bebas, penulis pemula akan cepat berkembang menjadi penulis yang professional, asalkan setiap hari rutin menulis.” Yang terpenting ketika memulai menulis, sebagai penulis harus menemukan mana gaya yang paling nyaman untuk menulis.

Banyak sekali penulis hebat menggunakan tehnik freewriting ini. Memang sungguh menyenangkan bisa menulis apa saja yang muncul ketika kita mulai menulis, terlepas apakah itu nyambung atau tidak. Aku sendiri memiliki banyak sekali draf kasar yang belum aku edit dan revisi. Itu semua berkat gaya menulis bebas yang membuatku tanpa takut dalam menulis.

Memulai menulis memang bukan perkara mudah. Aku sudah melewati masa kritis membangun kebiasaan menulis ini. Hal yang paling mudah dalam menulis adalah menulis tentang diri sendiri. Dengan berlatih menerapkan gaya menulis bebas saat menulis sangat membantu. Ketika menulis bebas, apapun yang ingin ditulis bisa bebas sebebas-bebasnya. Tak ada orang yang berhak menghakimi diri kita dalam menulis bebas.

Bagikan ini...