/Aku Masih Malu Untuk Menulis 

Aku Masih Malu Untuk Menulis 

Sebelumnya, dalam menulis aku jarang meralat tulisan-tulisanku, kecuali ketika itu penting untuk diperbaiki dan disebarkan secara luas. Aku percaya tulisan yang jujur yang di tujukan kepada diri sendiri adalah hal yang paling bagus.

Terkadang beberapa hal yang terjadi dalam hidup dan lingkungan tempat aku tumbuh menjadi hal yang tabu untuk diceritakan. Bahkan, aku juga merasa malu dengan hasil tulisanku, seperti saat kegiatan menulis ini kulakukan.

Dibalik semua ini, aku selalu dilanda rasa putus asa setiap akan menulis sesuatu. Karena ruang lingkup yang bisa aku tulis sangatlah terbatas. Misalnya, ketika aku bisa menulis tentang monyet, mungkin saja aku tidak bisa menulis apapun tentang makanannya.

Aku terus berkutat dengan dilema seperti ini selama bertahun-tahun, dan sungguh waktu yang panjang untuk bisa menuangkan semua ide-ide yang kupunya di atas kertas.

Aku berjanji untuk tak mau lagi menunggu sampai aku siap untuk memulai menulis. Maka aku berani mengambil langkah besar, yang mungkin bagi teman-temanku menganggap ide gila karena aku belum rajin menulis seperti orang.

Aku beranikan diri untuk memiliki blog yang berbayar agar tanggung jawabku dalam menulis semakin besar.

Jika aku tak pernah melatih kemampuan menulis setiap hari, mustahil aku akan mahir menulis. Kalau tak memulai sekarang maka akupun tak akan pernah tau kapan aku bisa mahir dalam menulis.

Jadi mengatur waktu untuk menghasilkan tulisan perhari itu komitmen diri.

Said Abdul Aziz menyarankan, “jika kau dapati satu perkara sulit dikerjakan, maka batasilah waktu pengerjaannya. Sungguh waktu, itulah rahasianya.”

Menjadi seorang penulis berarti membiasakan diri untuk membaca setiap hari. Menulis tanpa rajin membaca membuat tulisan terasa dangkal. Tulisan akan menjadi hambar dan tanpa nyawa untuk dibaca. Membaca sangat penting untuk bisa menemukan gaya menulis secara mudah.

Dalam menulis, tak ada tulisan yang sederhana. Setiap yang telah kita tulis semuanya telah menempuh proses penyaringan didalam pikiran, sehingga hasil tulisan akan bermanfaat untuk dibaca. Mungkin akan kelihatan sederhana bagi kita, tetapi bagi jiwa dan otak kita telah belajar banyak hal yang mengagumkan selama proses menulis.

Ada yang bilang diusia berapapun seseorang memulai menulis, orang pasti akan mahir menulis dengan baik.

Jika kebiasaan menulis sudah terbentuk, menulis bukan lagi tantangan besar. Seiring dengan semakin banyaknya tulisan yang telah kita hasilkan kemampuan menulis akan meningkat dengan sendirinya.

Menulislah, dan teruslah menulis sampai suatu saat akan ada orang lain yang menghargai tulisan kita. Akan ada orang yang menyukai gaya menulis kita. Keajaiban akan datang bertubi-tubi seiring dengan banyaknya tinta yang kita goreskan.

Semua ini membutuhkan waktu sedikit lebih lama, namun jika kegiatan menulis kita lakukan dengan senang hati, maka menunggu untuk mendapatkan keajaiban itu tidak terlalu membosankan.

https://yanibeefit.com/menunda-atau-memulai-menulis-sekarang-itu-pilihan/

Facebook Comments
Bagikan ini...

Pengusaha Muda, Pengajar, dan Tourist Guide